Transdisciplinary Education

Transdisciplinary Education Membantu Mahasiswa Menggabungkan Berbagai Ilmu untuk Memahami Masalah Nyata

JAKARTA, studyinca.ac.idTransdisciplinary Education menjadi pendekatan belajar yang membantu mahasiswa melihat suatu masalah melalui lebih dari satu bidang ilmu. Dalam kehidupan nyata, sebuah persoalan sering tidak dapat dipahami hanya dari satu sisi. Karena itu, mahasiswa perlu belajar menghubungkan pengetahuan yang berbeda agar dapat melihat masalah secara lebih lengkap.

Di perguruan tinggi, mahasiswa biasanya memiliki bidang studi utama. Namun, bukan berarti pengetahuan dari bidang lain tidak dibutuhkan. Mahasiswa teknologi, misalnya, dapat membutuhkan pemahaman tentang bisnis dan kebutuhan pengguna. Sementara itu, mahasiswa kesehatan dapat menggunakan pengetahuan sosial saat mempelajari kondisi masyarakat.

Melalui cara belajar seperti ini, mahasiswa mendapat kesempatan untuk bertemu dengan gagasan yang berbeda dari bidang utamanya. Selain menambah wawasan, proses tersebut juga melatih kemampuan bekerja sama dengan orang yang memiliki cara berpikir berbeda.

Belajar Melampaui Batas Satu Bidang Ilmu

Transdisciplinary Education

Transdisciplinary Education mendorong mahasiswa untuk menggunakan berbagai pengetahuan dalam memahami sebuah persoalan. Pembelajaran tidak hanya berpusat pada satu mata kuliah atau satu program studi.

Sebagai contoh, masalah sampah di lingkungan kota tidak hanya berkaitan dengan lingkungan. Masalah tersebut juga dapat berhubungan dengan perilaku masyarakat, biaya, teknologi, aturan, serta cara pemerintah mengelola layanan.

Jika mahasiswa hanya melihat satu bagian, solusi yang dibuat mungkin belum menjawab seluruh kebutuhan. Oleh sebab itu, pembahasan dari beberapa sisi dapat membantu memberikan gambaran yang lebih luas.

Masalah Nyata Menjadi Bahan Belajar

Salah satu cara menerapkan pendekatan ini adalah menggunakan masalah yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dosen dapat memberikan sebuah kasus, kemudian mahasiswa dari latar ilmu berbeda bekerja bersama untuk memahaminya. Setiap mahasiswa membawa pengetahuan yang telah dipelajari dari bidang masing-masing.

Kegiatan dapat dilakukan melalui:

  • Diskusi lintas jurusan.
  • Proyek kelompok.
  • Studi kasus.
  • Penelitian bersama.
  • Kegiatan lapangan.
  • Presentasi.
  • Pengabdian masyarakat.
  • Tugas pemecahan masalah.
  • Kelas bersama.
  • Proyek kampus.

Dengan kegiatan tersebut, mahasiswa dapat melihat bahwa satu masalah dapat memiliki banyak bagian yang saling berkaitan.

Kerja Sama Menjadi Bagian Penting

Ketika mahasiswa dari program studi berbeda berada dalam satu kelompok, mereka mungkin memiliki cara melihat masalah yang tidak sama. Kondisi ini justru dapat menjadi bagian penting dari proses belajar.

Mahasiswa perlu menjelaskan gagasannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anggota lain. Selain itu, mereka harus mendengarkan pendapat yang berasal dari bidang berbeda.

Pada awalnya, proses tersebut mungkin membutuhkan waktu. Istilah yang biasa digunakan dalam satu jurusan belum tentu dipahami mahasiswa dari jurusan lain.

Namun, melalui komunikasi yang baik, setiap anggota dapat memahami peran masing-masing. Hasil kerja pun dapat menjadi lebih lengkap karena tidak hanya dibuat berdasarkan satu sudut pandang.

Menghubungkan Pengetahuan dengan Kehidupan Masyarakat

Pembelajaran di perguruan tinggi tidak selalu harus berhenti pada kegiatan di kelas. Transdisciplinary Education juga dapat menghubungkan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai contoh, sebuah kelompok mahasiswa dapat mempelajari masalah air bersih di suatu daerah. Mahasiswa teknik dapat melihat sarana yang digunakan. Mahasiswa kesehatan dapat membahas dampaknya bagi warga. Sementara itu, mahasiswa bidang sosial dapat mempelajari kebiasaan masyarakat dalam menggunakan air.

Setelah informasi dikumpulkan, kelompok dapat membahas pilihan yang mungkin dilakukan.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar bahwa solusi perlu mempertimbangkan keadaan orang yang akan menggunakannya.

Dosen Dapat Berasal dari Bidang Berbeda

Pembelajaran lintas ilmu juga dapat melibatkan lebih dari satu dosen. Setiap pengajar dapat memberikan pandangan sesuai bidang yang dikuasai.

Cara tersebut membantu mahasiswa melihat perbedaan cara berpikir dalam membahas topik yang sama.

Misalnya, pembahasan mengenai pembangunan tempat wisata dapat dilihat dari sisi usaha, lingkungan, budaya, dan masyarakat. Setiap bidang memiliki pertanyaan yang berbeda.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mencari jawaban. Mereka juga belajar menentukan pertanyaan yang perlu diajukan sebelum membuat keputusan.

Kemampuan yang Dapat Dilatih Mahasiswa

Mengikuti kegiatan lintas ilmu dapat membantu mahasiswa membangun berbagai kemampuan. Mereka perlu memahami materi sekaligus belajar berhubungan dengan anggota kelompok yang memiliki latar berbeda.

Beberapa kemampuan yang dapat berkembang yaitu:

  • Berkomunikasi dengan jelas.
  • Mendengarkan pendapat.
  • Bekerja dalam kelompok.
  • Melihat masalah dari beberapa sisi.
  • Menyusun gagasan.
  • Mengolah informasi.
  • Membuat keputusan bersama.
  • Menyampaikan hasil kerja.
  • Menyesuaikan diri.
  • Mencari jalan keluar.

Kemampuan tersebut dapat digunakan dalam kegiatan kuliah maupun setelah mahasiswa memasuki dunia kerja.

Mahasiswa Tetap Membutuhkan Dasar Ilmu yang Kuat

Belajar dari berbagai bidang bukan berarti mahasiswa harus menguasai seluruh ilmu. Mereka tetap membutuhkan pemahaman yang baik terhadap bidang utama yang sedang dipelajari.

Pengetahuan utama menjadi bekal yang dapat dibawa ketika bekerja dalam kelompok lintas jurusan.

Sebagai contoh, mahasiswa desain tidak perlu menjadi ahli ekonomi untuk bekerja bersama mahasiswa bisnis. Namun, keduanya perlu memahami dasar bidang masing-masing agar dapat memberikan masukan yang berguna.

Karena itu, Transdisciplinary Education bukan menggantikan bidang studi utama. Pendekatan ini membantu mahasiswa menghubungkan pengetahuan tersebut dengan ilmu lain ketika menghadapi persoalan yang lebih luas.

Tantangan dalam Belajar Lintas Bidang

Kerja sama lintas ilmu tidak selalu berjalan mudah. Perbedaan istilah, cara kerja, dan pandangan dapat menimbulkan kebingungan.

Selain itu, setiap anggota kelompok mungkin memiliki pendapat berbeda mengenai bagian yang harus didahulukan.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, mahasiswa dapat membuat tujuan bersama sejak awal. Pembagian tugas juga perlu dibuat dengan jelas.

Komunikasi rutin dapat membantu kelompok mengetahui perkembangan pekerjaan. Jika muncul perbedaan, anggota dapat kembali melihat masalah utama dan tujuan yang ingin dicapai.

Dengan cara tersebut, perbedaan dapat digunakan untuk memperkaya pembahasan.

Membantu Mahasiswa Menghadapi Perubahan

Dunia kerja terus berubah dan banyak pekerjaan membutuhkan kerja sama dari berbagai bidang. Sebuah proyek teknologi, misalnya, tidak selalu dikerjakan oleh orang dengan latar pendidikan yang sama.

Ada pihak yang mengurus teknologi, desain, layanan, biaya, komunikasi, hingga kebutuhan pengguna.

Pengalaman bekerja dengan mahasiswa dari jurusan lain dapat membantu mahasiswa mengenal keadaan seperti ini sejak kuliah. Mereka belajar menyampaikan pengetahuan kepada orang yang memiliki latar berbeda.

Selain itu, mahasiswa menjadi lebih terbuka terhadap masukan dan tidak terburu-buru melihat masalah hanya dari satu sisi.

Penutup

Transdisciplinary Education membantu mahasiswa menghubungkan berbagai bidang ilmu ketika mempelajari masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata. Melalui proyek, diskusi, penelitian, dan kegiatan lapangan, mahasiswa dapat bertukar pandangan dengan orang dari latar studi yang berbeda. Proses tersebut melatih komunikasi, kerja sama, serta kemampuan melihat masalah dari beberapa sisi. Namun, mahasiswa tetap perlu memiliki dasar yang kuat pada bidang utamanya. Dengan menggabungkan pengetahuan dan pengalaman secara tepat, mahasiswa dapat membangun cara belajar yang lebih luas serta lebih siap menghadapi persoalan yang membutuhkan kerja sama dari banyak bidang.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Pengetahuan

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Experiential Learning Membantu Mahasiswa Memahami Ilmu melalui Pengalaman dan Praktik Langsung

Author