Personalized Learning

Personalized Learning: Cara Belajar yang Menyesuaikan Kebutuhan dan Perkembangan Setiap Mahasiswa

JAKARTA, studyinca.ac.idPersonalized Learning merupakan pendekatan yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk menjalani proses belajar sesuai kebutuhan dan perkembangan masing-masing. Dalam satu kelas, kemampuan mahasiswa tidak selalu berada pada tingkat yang sama. Ada yang cepat memahami materi melalui bacaan, sementara mahasiswa lain lebih mudah belajar setelah melakukan latihan atau melihat contoh.

Perbedaan tersebut menjadi alasan mengapa proses belajar tidak selalu harus menggunakan satu cara untuk semua mahasiswa. Materi utama dan tujuan mata kuliah tetap sama, tetapi cara memahami materi dapat dibuat lebih beragam. Dengan pilihan yang sesuai, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengenali cara belajar yang paling membantu dirinya.

Personalized Learning Berangkat dari Perbedaan Mahasiswa

Personalized Learning

Setiap mahasiswa membawa pengalaman belajar yang berbeda ketika memasuki perguruan tinggi. Pengetahuan awal, minat, kemampuan, dan kebiasaan belajar mereka juga tidak sama. Kondisi tersebut dapat memengaruhi cara seseorang memahami materi baru.

Karena itu, Personalized Learning mencoba memberikan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan individu. Mahasiswa yang masih kesulitan pada materi dasar dapat memperoleh latihan tambahan. Sementara itu, mahasiswa yang sudah memahami materi dapat melanjutkan pada tugas yang lebih menantang.

Satu Materi Bisa Dipelajari dengan Banyak Cara

Materi kuliah tidak harus selalu disampaikan melalui penjelasan panjang di ruang kelas. Dosen dapat menyediakan beberapa bentuk bahan belajar agar mahasiswa memiliki pilihan saat mempelajari topik tertentu.

Sebagai contoh, satu pembahasan dapat tersedia melalui bacaan singkat, video, latihan, contoh kasus, diskusi, atau kegiatan praktik. Mahasiswa kemudian menggunakan sumber yang paling membantu proses belajarnya. Meski cara yang dipilih berbeda, tujuan pembelajaran tetap perlu dicapai sesuai ketentuan mata kuliah.

Target Belajar Membuat Proses Lebih Terarah

Pembelajaran yang disesuaikan bukan berarti mahasiswa bebas belajar tanpa tujuan. Sebaliknya, target yang jelas diperlukan agar perkembangan dapat dilihat secara bertahap.

Pada awal semester, mahasiswa dapat menentukan kemampuan yang ingin diperbaiki. Target tersebut sebaiknya dibuat sederhana dan dapat diperiksa kembali. Misalnya, mahasiswa ingin lebih aktif dalam diskusi, memperbaiki hasil pada mata kuliah tertentu, atau membangun kebiasaan membaca sebelum kelas. Setelah beberapa minggu, perkembangan dapat dilihat dan target dapat disesuaikan jika diperlukan.

Ketika Mahasiswa Membutuhkan Bantuan Tambahan

Kesulitan memahami materi merupakan bagian yang dapat terjadi selama kuliah. Dalam pendekatan ini, mahasiswa tidak harus menunggu sampai ujian selesai untuk mengetahui bahwa dirinya tertinggal.

Hasil tugas, kuis, latihan, atau diskusi dapat memberikan tanda mengenai bagian yang masih sulit dipahami. Setelah masalah diketahui, mahasiswa dapat menggunakan bahan tambahan, mengulang materi, bertanya kepada dosen, atau belajar bersama teman. Dengan demikian, bantuan diberikan pada bagian yang memang membutuhkan perhatian.

Pilihan Tugas Dapat Membuka Cara Belajar yang Berbeda

Dalam kondisi tertentu, dosen dapat memberikan variasi kegiatan untuk mencapai tujuan belajar yang sama. Cara ini memberi mahasiswa kesempatan menggunakan kemampuan yang dimiliki sambil tetap mempelajari materi utama.

Misalnya, pemahaman terhadap sebuah topik dapat ditunjukkan melalui laporan, presentasi, proyek, atau pembahasan kasus jika bentuk tersebut sesuai dengan tujuan mata kuliah. Namun, pilihan tugas tetap membutuhkan aturan penilaian yang jelas. Dengan begitu, mahasiswa mengetahui kemampuan apa yang sedang dinilai meskipun bentuk pekerjaan mereka berbeda.

Teknologi Mempermudah Akses Materi

Sistem belajar digital dapat mendukung Personalized Learning dengan menyediakan materi yang dapat diakses kembali sesuai kebutuhan. Mahasiswa dapat membaca bahan, melihat rekaman pembelajaran, mengerjakan latihan, atau memeriksa hasil tugas melalui sistem yang disediakan kampus.

Teknologi juga memudahkan mahasiswa mengetahui materi yang belum selesai dipelajari. Meski begitu, teknologi hanya menjadi alat pendukung. Dosen tetap berperan dalam memberikan arah, sedangkan mahasiswa perlu mengatur waktu dan menggunakan bahan belajar secara aktif.

Mengenali Cara Belajar yang Cocok Tidak Selalu Instan

Mahasiswa mungkin belum mengetahui cara belajar yang paling sesuai pada semester awal. Hal tersebut dapat ditemukan melalui proses mencoba dan menilai hasil.

Beberapa cara yang dapat dicoba antara lain:

  • Membuat catatan singkat setelah kelas.
  • Membaca materi sebelum pertemuan.
  • Mengerjakan latihan tambahan.
  • Belajar bersama kelompok kecil.
  • Membuat rangkuman.
  • Menggunakan contoh kasus.
  • Bertanya kepada dosen.
  • Mengulang bagian yang masih sulit.

Mahasiswa tidak harus menggunakan semua cara tersebut. Tujuannya adalah menemukan kebiasaan yang memberikan hasil paling baik tanpa membuat kegiatan belajar menjadi terlalu berat.

Umpan Balik Lebih Berguna Jika Diberikan dengan Jelas

Nilai memberikan gambaran mengenai hasil, tetapi mahasiswa juga membutuhkan informasi tentang bagian yang perlu diperbaiki. Karena itu, masukan dari dosen memiliki peran penting.

Umpan balik yang jelas dapat menunjukkan kesalahan, bagian yang sudah baik, dan langkah yang dapat dilakukan berikutnya. Mahasiswa kemudian dapat menggunakan masukan tersebut untuk memperbaiki tugas berikutnya. Dengan cara ini, penilaian tidak hanya menjadi angka akhir, tetapi juga bagian dari proses belajar.

Kemandirian Menjadi Bagian Penting

Personalized Learning memberi mahasiswa lebih banyak ruang untuk mengenali kebutuhan belajarnya. Namun, ruang tersebut juga membawa tanggung jawab yang lebih besar.

Mahasiswa perlu belajar menentukan prioritas, mengatur jadwal, dan mengetahui kapan harus meminta bantuan. Jika memiliki banyak pilihan tetapi tidak mengatur waktu, proses belajar justru dapat menjadi tidak terarah. Oleh sebab itu, kemampuan membuat keputusan sederhana perlu dilatih selama masa kuliah.

Kampus Tetap Menjaga Tujuan Pembelajaran

Penyesuaian cara belajar tidak berarti standar akademik setiap mahasiswa harus berbeda. Program studi tetap memiliki kemampuan utama yang perlu dikuasai oleh mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan.

Perbedaannya terletak pada jalan yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagian mahasiswa mungkin membutuhkan waktu tambahan pada topik tertentu, sedangkan mahasiswa lain dapat melanjutkan ke pembahasan yang lebih jauh. Kampus dan dosen perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan individu dengan hasil belajar yang harus dicapai.

Dari Kebiasaan Belajar Menuju Pemahaman Diri

Salah satu hasil penting dari pembelajaran yang lebih personal adalah mahasiswa mulai mengenali dirinya sebagai pembelajar. Mereka dapat mengetahui kapan konsentrasi paling baik, metode apa yang membantu memahami materi, dan bagian mana yang sering menjadi kendala.

Pengetahuan tentang diri tersebut berguna bukan hanya selama kuliah. Setelah lulus, seseorang tetap perlu mempelajari hal baru ketika menghadapi perubahan pekerjaan dan teknologi. Kebiasaan memahami kebutuhan belajar sendiri dapat membantu proses tersebut.

Penutup Personalized Learning: Belajar Sesuai Kebutuhan Tetap Membutuhkan Tujuan

Personalized Learning memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyesuaikan cara belajar berdasarkan kemampuan, kebutuhan, perkembangan, dan target akademik. Materi dapat dipelajari melalui berbagai bentuk, sementara hasil tugas dan masukan dosen membantu menunjukkan bagian yang perlu diperbaiki.

Meski memberikan lebih banyak pilihan, pendekatan ini tetap membutuhkan tujuan yang jelas dan tanggung jawab dari mahasiswa. Ketika mahasiswa mampu mengenali kebutuhan dirinya serta kampus menyediakan dukungan yang sesuai, proses belajar dapat menjadi lebih terarah. Pada akhirnya, mahasiswa tidak hanya mempelajari isi mata kuliah, tetapi juga memahami cara belajar yang dapat terus digunakan untuk mengembangkan kemampuan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Pengetahuan

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Academic Mentorship: Pendampingan Akademik untuk Membantu Mahasiswa Menentukan Arah Studi

Author