JAKARTA, studyinca.ac.id – KSR PMI menjadi wadah terbaik bagi mahasiswa yang ingin mempelajari ilmu pertolongan pertama secara mendalam dan terstandar. Organisasi kepanjangan dari Korps Sukarela Palang Merah Indonesia ini memberikan pelatihan kesehatan praktis yang tidak diajarkan di bangku kuliah pada umumnya. Pengetahuan seperti teknik CPR, penanganan luka, pembidaian patah tulang, hingga evakuasi korban menjadi materi wajib yang harus dikuasai setiap anggota. Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai ilmu kesehatan yang dapat dipelajari melalui organisasi kepalangmerahan ini beserta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Pertolongan Pertama pada Kecelakaan yang Diajarkan KSR PMI

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) menjadi materi fundamental yang wajib dikuasai setiap anggota KSR PMI. Ilmu ini mengajarkan cara memberikan penanganan awal kepada korban kecelakaan atau orang yang mengalami kondisi darurat sebelum mendapat pertolongan medis profesional.
Prinsip dasar P3K yang diajarkan:
- 3A (Aman, Akses, Analisis): Memastikan keamanan penolong dan korban sebelum bertindak
- DR ABC: Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation sebagai langkah sistematis
- Golden Time: Pemahaman tentang waktu emas penanganan korban
- Triase: Teknik memilah korban berdasarkan tingkat keparahan
- Informed Consent: Meminta izin sebelum memberikan pertolongan
- Do No Harm: Prinsip tidak memperburuk kondisi korban
Pengetahuan P3K sangat berharga karena kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Seseorang yang menguasai ilmu ini dapat menjadi penolong pertama yang menyelamatkan nyawa sebelum ambulans tiba di lokasi kejadian.
Teknik CPR dan Bantuan Hidup Dasar dari KSR PMI
Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Life Support merupakan keterampilan kritis yang diajarkan dalam pelatihan KSR PMI. Teknik ini digunakan untuk menolong korban yang mengalami henti jantung atau henti napas agar tetap hidup sampai pertolongan medis datang.
Langkah-langkah CPR yang benar:
- Pastikan lingkungan aman untuk penolong dan korban
- Cek kesadaran korban dengan menepuk bahu dan memanggil
- Hubungi layanan darurat 119 atau minta orang lain menelepon
- Cek napas korban selama maksimal 10 detik
- Jika tidak bernapas, mulai kompresi dada sebanyak 30 kali
- Berikan 2 kali napas buatan setelah 30 kompresi
- Lanjutkan siklus 30:2 sampai korban sadar atau bantuan datang
- Gunakan AED jika tersedia dan ikuti instruksi alat
Spesifikasi teknis kompresi dada:
| Aspek | Standar |
|---|---|
| Kedalaman | 5-6 cm untuk dewasa |
| Kecepatan | 100-120 kali per menit |
| Posisi tangan | Tengah dada di tulang sternum |
| Rasio | 30 kompresi : 2 napas buatan |
| Recoil | Dada harus kembali penuh setiap kompresi |
Keterampilan CPR dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat seperti serangan jantung mendadak. Penelitian menunjukkan bahwa korban henti jantung yang mendapat CPR segera memiliki peluang hidup 2-3 kali lebih tinggi.
Penanganan Berbagai Jenis Luka dalam Pelatihan KSR PMI
Perawatan luka menjadi salah satu materi kesehatan paling aplikatif yang diajarkan KSR PMI. Anggota dilatih untuk mengenali jenis luka dan memberikan penanganan yang tepat untuk mencegah infeksi dan komplikasi.
Jenis-jenis luka dan penanganannya:
- Luka lecet (abrasi): Bersihkan dengan air mengalir, oleskan antiseptik, tutup dengan kasa steril
- Luka sayat (insisi): Tekan dengan kain bersih, rapatkan tepi luka, balut dengan perban
- Luka robek (laserasi): Hentikan perdarahan, bersihkan dari kotoran, rujuk ke faskes
- Luka tusuk (puncture): Jangan cabut benda yang menancap, stabilkan, segera ke RS
- Luka bakar: Alirkan air dingin 10-20 menit, jangan pecahkan gelembung, tutup steril
- Luka tembak: Jangan masukkan apapun ke luka, tekan perdarahan, rujuk darurat
Teknik pembalutan yang diajarkan:
- Balut tekan: Untuk menghentikan perdarahan aktif
- Balut spiral: Untuk luka di lengan atau tungkai
- Balut angka delapan: Untuk luka di sendi seperti siku dan lutut
- Balut kepala: Untuk luka di area kepala dan dahi
- Balut mitella: Menggunakan kain segitiga untuk berbagai area
Pengetahuan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari ketika menghadapi kecelakaan ringan di rumah maupun di tempat kerja.
Teknik Pembidaian Patah Tulang yang Benar
Penanganan patah tulang atau fraktur memerlukan teknik khusus agar tidak memperburuk kondisi korban. Anggota KSR PMI dilatih untuk mengenali tanda patah tulang dan melakukan pembidaian dengan benar.
Tanda-tanda patah tulang:
- Nyeri hebat terutama saat digerakkan
- Bengkak dan memar di area cedera
- Deformitas atau bentuk tulang tidak normal
- Ketidakmampuan menggerakkan anggota tubuh
- Terdengar bunyi krepitasi saat palpasi
- Sensasi mati rasa di bawah area cedera
Langkah pembidaian yang benar:
| Langkah | Tindakan |
|---|---|
| 1 | Tenangkan korban dan jelaskan tindakan yang akan dilakukan |
| 2 | Jangan memindahkan korban jika tidak perlu |
| 3 | Siapkan bidai yang cukup panjang melewati 2 sendi |
| 4 | Lapisi bidai dengan bahan empuk seperti kain |
| 5 | Pasang bidai di sisi luar dan dalam tulang yang patah |
| 6 | Ikat bidai di atas dan bawah area patah, bukan di atasnya |
| 7 | Cek sirkulasi ujung jari setelah pembidaian |
| 8 | Rujuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat |
Prinsip penting yang harus diingat adalah immobilisasi atau membuat area patah tidak bergerak. Pembidaian yang salah dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan saraf di sekitar area patah.
Penanganan Korban Tersedak yang Diajarkan KSR PMI
Tersedak merupakan kondisi darurat yang dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Pelatihan KSR PMI mengajarkan teknik Heimlich Maneuver untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat jalan napas.
Penanganan korban tersedak dewasa sadar:
- Tanyakan apakah korban tersedak dan minta izin untuk membantu
- Berdiri di belakang korban dengan kaki membentuk kuda-kuda
- Lingkarkan kedua tangan di perut korban
- Kepalkan satu tangan dan letakkan di atas pusar bawah tulang dada
- Genggam kepalan dengan tangan lainnya
- Lakukan hentakan ke arah dalam dan atas dengan kuat
- Ulangi hingga benda keluar atau korban tidak sadar
Penanganan berdasarkan kondisi korban:
| Kondisi | Teknik |
|---|---|
| Dewasa sadar | Abdominal thrust (Heimlich) |
| Dewasa tidak sadar | CPR dengan cek mulut setiap siklus |
| Bayi tersedak | Back blow dan chest thrust bergantian |
| Ibu hamil/obesitas | Chest thrust di tengah tulang dada |
| Tersedak sendiri | Hentakkan perut ke sandaran kursi |
Kecepatan penanganan sangat krusial karena otak hanya mampu bertahan 4-6 menit tanpa oksigen sebelum mengalami kerusakan permanen.
Teknik Evakuasi Korban yang Diajarkan KSR PMI
Evakuasi korban merupakan keterampilan penting yang diajarkan KSR PMI untuk memindahkan korban dari lokasi berbahaya ke tempat yang aman. Teknik yang salah dapat memperburuk cedera terutama jika korban mengalami patah tulang belakang.
Berbagai teknik evakuasi yang dipelajari:
- Teknik satu penolong: Memapah, menggendong, menyeret dengan selimut
- Teknik dua penolong: Kursi tangan, kursi tangan bersilang, angkat depan belakang
- Teknik tiga penolong: Angkat sejajar untuk korban patah tulang belakang
- Teknik empat penolong: Log roll untuk membalikkan korban dengan aman
- Teknik tandu: Menggunakan tandu lipat, scoop stretcher, atau long spine board
Prinsip evakuasi yang aman:
- Evakuasi hanya jika lokasi berbahaya atau korban butuh CPR
- Stabilkan kepala dan leher jika dicurigai cedera tulang belakang
- Angkat dengan punggung lurus untuk mencegah cedera penolong
- Koordinasikan gerakan dengan aba-aba yang jelas
- Pindahkan korban dengan gerakan sehalus mungkin
Latihan evakuasi dilakukan berulang kali dalam pelatihan KSR PMI agar gerakan menjadi otomatis dan terkoordinasi dengan baik saat situasi darurat terjadi.
Penanganan Keracunan dan Gigitan Hewan Berbisa
Keracunan dan gigitan hewan berbisa memerlukan penanganan khusus yang berbeda dari cedera pada umumnya. Materi ini menjadi bagian penting dalam kurikulum pelatihan KSR PMI.
Penanganan keracunan berdasarkan jenisnya:
- Keracunan makanan: Jangan paksa muntah, berikan air putih, bawa ke RS
- Keracunan gas: Pindahkan ke udara segar, longgarkan pakaian, berikan oksigen
- Keracunan kulit: Lepas pakaian terkontaminasi, bilas kulit dengan air mengalir
- Keracunan mata: Bilas mata dengan air bersih selama 15-20 menit
- Overdosis obat: Kumpulkan sisa obat, catat waktu konsumsi, bawa ke IGD
Penanganan gigitan ular berbisa:
| Langkah | Tindakan |
|---|---|
| 1 | Tenangkan korban agar racun tidak menyebar cepat |
| 2 | Immobilisasi area gigitan sejajar atau lebih rendah dari jantung |
| 3 | Lepas perhiasan sebelum bengkak terjadi |
| 4 | Balut tekan dari ujung jari ke arah jantung |
| 5 | Jangan sayat, isap, atau berikan es pada luka |
| 6 | Foto atau ingat ciri ular untuk identifikasi antivenom |
| 7 | Bawa segera ke RS yang memiliki serum anti bisa |
Pengetahuan ini sangat penting terutama bagi mereka yang tinggal atau beraktivitas di daerah yang memiliki risiko tinggi terhadap gigitan hewan berbisa.
Penanganan Kondisi Darurat Medis Umum
Selain cedera fisik, anggota KSR PMI juga dilatih menangani kondisi darurat medis yang sering terjadi di masyarakat. Pengenalan gejala dan penanganan awal dapat mencegah kondisi memburuk.
Kondisi darurat medis dan penanganannya:
- Pingsan (Syncope)
- Baringkan korban dengan kaki ditinggikan
- Longgarkan pakaian ketat
- Berikan udara segar dan jangan berkerumun
- Kejang (Seizure)
- Jauhkan benda berbahaya di sekitar korban
- Jangan masukkan apapun ke mulut korban
- Miringkan tubuh setelah kejang berhenti
- Serangan Asma
- Bantu korban duduk tegak condong ke depan
- Bantu gunakan inhaler jika tersedia
- Tenangkan korban dan atur pernapasan
- Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)
- Berikan minuman manis jika korban sadar
- Jangan berikan makanan jika tidak sadar
- Baringkan miring dan segera ke RS
- Heat Stroke
- Pindahkan ke tempat teduh dan sejuk
- Kompres dengan air dingin di ketiak dan lipat paha
- Berikan minum jika sadar dan segera ke RS
Kemampuan mengenali gejala kondisi darurat medis dapat menjadi pembeda antara hidup dan mati dalam situasi kritis.
Pengetahuan Pencegahan Penyakit Menular
KSR PMI juga memberikan edukasi tentang pencegahan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat. Materi ini penting untuk melindungi diri sendiri dan orang sekitar.
Penyakit menular yang diedukasi:
- HIV/AIDS: Penularan, pencegahan, dan penghapusan stigma
- Tuberkulosis: Gejala, penularan, dan pentingnya pengobatan tuntas
- Hepatitis B: Risiko penularan dan pentingnya vaksinasi
- Demam Berdarah: Pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk
- COVID-19: Protokol kesehatan dan vaksinasi
- Penyakit menular seksual: Pencegahan dan pemeriksaan rutin
Prinsip pencegahan penyakit menular:
- Cuci tangan dengan sabun secara teratur
- Gunakan Alat Pelindung Diri saat menolong korban berdarah
- Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain
- Jangan berbagi jarum suntik atau alat tajam
- Lakukan vaksinasi sesuai anjuran
- Terapkan etika batuk dan bersin
Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) menjadi program unggulan KSR PMI untuk menyebarkan informasi pencegahan HIV/AIDS dan narkoba di kalangan anak muda.
Peralatan Medis Dasar yang Harus Dikenal
Anggota KSR PMI dilatih untuk mengenal dan menggunakan berbagai peralatan medis dasar yang umum digunakan dalam pertolongan pertama. Pengetahuan ini penting untuk memberikan pertolongan yang efektif.
Peralatan P3K standar:
| Peralatan | Fungsi |
|---|---|
| Kasa steril | Menutup dan membersihkan luka |
| Perban gulung | Membalut luka dan mengikat bidai |
| Plester | Menutup luka kecil dan menahan kasa |
| Mitella | Kain segitiga untuk balut dan gendongan |
| Gunting perban | Memotong perban dan pakaian korban |
| Pinset | Mengambil benda asing dari luka |
| Sarung tangan | Melindungi penolong dari infeksi |
| Antiseptik | Membersihkan luka dari kuman |
| Tensimeter | Mengukur tekanan darah |
| Stetoskop | Mendengar suara jantung dan paru |
| Bidai | Immobilisasi patah tulang |
| Tandu | Memindahkan korban |
Setiap anggota diharapkan mampu menggunakan peralatan ini dengan benar dan mengetahui kapan harus menggunakannya dalam situasi darurat.
Manfaat Ilmu Kesehatan dari KSR PMI untuk Karir
Pengetahuan kesehatan yang didapat dari KSR PMI tidak hanya berguna untuk menolong orang lain tetapi juga membuka peluang karir di berbagai bidang. Sertifikasi yang diperoleh diakui secara nasional dan internasional.
Peluang karir dengan ilmu kesehatan dari organisasi ini:
- Petugas HSE (Health Safety Environment) di perusahaan
- Paramedis di ambulans atau klinik
- Instruktur First Aid di lembaga pelatihan
- Tim medis event untuk konser dan pertandingan olahraga
- Relawan kemanusiaan di organisasi internasional
- Petugas SAR di tim pencarian dan penyelamatan
- Perawat UGD dengan melanjutkan pendidikan keperawatan
- Konsultan K3 di bidang keselamatan kerja
Ilmu kesehatan praktis dari KSR PMI menjadi nilai tambah yang sangat dihargai oleh perusahaan karena menunjukkan kemampuan menangani situasi darurat dengan tenang dan profesional.
Kesimpulan
KSR PMI merupakan tempat terbaik bagi mahasiswa untuk mempelajari ilmu pertolongan pertama yang komprehensif dan terstandar internasional. Pengetahuan kesehatan yang diajarkan mencakup teknik CPR, penanganan luka, pembidaian patah tulang, evakuasi korban, penanganan keracunan, hingga kondisi darurat medis yang dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi kritis. Semua materi diajarkan secara praktis dengan menggunakan peralatan medis standar sehingga anggota benar-benar siap menghadapi situasi darurat nyata. Selain berguna untuk menolong orang lain, ilmu kesehatan ini juga membuka peluang karir di berbagai bidang seperti HSE, paramedis, dan instruktur first aid. Bagi mahasiswa yang ingin memiliki keterampilan kesehatan praktis yang berguna seumur hidup, bergabung dengan KSR PMI adalah pilihan yang sangat tepat.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Pengetahuan
Baca juga artikel lainnya: Daftar Ulang Mahasiswa Baru Prosedur dan Syarat Lengkap
Berikut Website Resmi Kami: inca hospital

